Pertumbuhan Property di Jogja

Home / / Pertumbuhan Property di Jogja

www.perumahansolo.co.id – Sebagai salah satu destinasi wisata favorit di Indonesia, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) faktanya juga menyimpan potensi pasar properti yang cukup menarik. Sejauh ini, potensi tersebut datang dari sektor perumahan tapak di samping hunian vertikal atau apartemen yang mulai berkontribusi.

Rumah.com Property Index pada sepanjang tahun 2017 kemarin mencatat, rata-rata median harga properti di Kota Pelajar ini mencapai Rp8,6 juta per meter persegi. Kenaikan tertinggi terjadi pada kuartal dua (Q2) sebesar 8,59%.

Median harga yang menguat boleh jadi imbas pemulihan pasar properti di DIY, yang sebelumnya melemah sejak Q2 2016.

Data Rumah.com Property Index juga mencatat, bahwa pada Q2 2017 harga rumah tapak di Yogyakarta dengan rentang di bawah Rp600 juta mencapai Rp4,23 juta per meter persegi. Naik sebesar 2,11% dibandingkan kuartal sebelumnya.

Simak juga: Yuk, Beli Rumah Liburan di Yogyakarta!

Jika dilihat pergerakannya sejak 2015, harga properti memang cenderung mengalami tren kenaikan signifikan di setiap kuartal dua. Pada Q2 2015, harga meningkat hingga 11,27% sementara di Q2 2016 kenaikannya mencapai 7,40%.

Uniknya, pada kuartal tiga di setiap tahunnya harga selalu terkoreksi menurun. Seperti di Q3 2017. Setelah menguat tajam di kuartal sebelumnya, terjadi penurunan sebesar -5,01% sehingga menyebabkan harga kembali ke posisi Rp8,47 juta per meter persegi.

median harga properti yogyakarta
Median harga properti di Yogyakarta

Masih merujuk data dari Rumah.com Property Index, untuk pangsa apartemen di DI Yogyakarta dalam satu tahun terakhir mengalami fase naik turun yang cukup signifikan.

Di kuartal pertama (Q1) 2017 misalnya, harga median apartemen ada di angka Rp20,50 juta per meter persegi. Angka tersebut kemudian melonjak turun pada kuartal kedua (Q2) hingga Rp19,68 juta per meter persegi dan bertahan sampai kuartal tiga.

Akan tetapi, di kuartal akhir, median harga justru terkoreksi naik tinggi sebesar 8,90% sehingga mengubah angka menjadi Rp21,43 juta per m2.

Pengembangan ke Kawasan Sekitar

Menurut catatan, pembeli properti dari luar Kota Pelajar diperkirakan mencapai 50%. Saat ini, wilayah rumah tapak yang paling diincar mencakup kawasan Kaliurang atau ring road utara dengan harga jual per meter persegi yang lebih rendah.

Kawasan lain yang menjanjikan antara lain Sleman dan Bantul. Khusus Sleman Barat, ada dua hal yang menjadi penunjang kenapa saat ini pencari rumah tertarik dengan area ini.

Pertama, kontur tanah di Sleman Barat masih datar sehingga memungkinkan untuk pengembangan kawasan perumahan landed house.

 

Kedua, lantaran infrastruktur di Sleman Barat sudah sangat mendukung. Terlebih ke depannya Sleman Barat akan menjadi lokasi yang sangat strategis seiring dengan rencana dibangunnya jalan tol dari Yogyakarta ke Semarang.

Sementara itu, rencana pembangunan bandara baru Yogyakarta di Kabupaten Kulonprogo membuat kawasan Wates—ibukota Kulonprogo—dan sekitarnya juga mulai dilirik pengembang maupun pencari properti. Pembangunan bandara tersebut dimulai pada Januari tahun ini, dan ditargetkan selesai pada April 2019.

Potensi yang menggiurkan tentu sayang dilewatkan. Tertarik punya rumah untuk investasi di Yogyakarta? Lihat pilihannya mulai harga Rp500 jutaan!

  •   KANTOR SOLO :
    Gedung Sumber Baru Land Solo
    Jl. Tentara Pelajar Ngasem Wirogunan Kartasura Surakarta

    KANTOR YOGYAKARTA :
    Gedung Sumber Auto Lt. 2
    Jl. Magelang KM. 5.8 Yogyakarta
  •  
    ARIE
    Marketing Officer
    0852 2774 8934 ( Telp / WA )